Salah satu hal yang wajib dipahami saat belajar akuntansi adalah prinsip dasar akuntansi. Pasalnya, prinsip tersebut akan menghasilkan data pengolahan keuangan yang lebih baik dan sistematis.

Tujuan dari penerapan prinsip ini supaya terdapat kesesuaian antara beberapa pengguna akuntansi. Dengan begitu, informasi yang dihasilkan bisa lebih akurat dan sesuai dengan kebutuhan pengguna informasi.

Setidaknya ada sepuluh prinsip yang harus diketahui. Akan tetapi, pada kali ini akan dibahas beberapa saja dan untuk lainnya Anda bisa mencari di berbagai sumber yang ada.

Pengertian Prinsip Dasar Akuntansi

Prinsip dasar merupakan sebuah pedoman atau panduan yang menjadi acuan ketika melakukan seluruh aktivitas akuntansi seperti menyusun, mengelola, dan menyajikan data. Dengan prinsip ini, maka semua proses akan menjadi lebih objektif dan tidak terjadi perbedaan data antara satu bagian dengan bagian lain.

Tujuan Prinsip Akuntansi

Ada beberapa tujuan dari penggunaan prinsip akuntansi. Berikut ini adalah beberapa contohnya.

  • Menciptakan kesesuaian antara satu pengguna akuntansi dengan yang lain
  • Memenuhi standar penyajian data yang komprehensif
  • Mencapai objektivitas pada persepsi terhadap produk akuntansi

Beberapa Prinsip Dasar Akuntansi

Berikut ini adalah beberapa prinsip dasar akuntansi yang perlu dipahami. Pastikan untuk menyimaknya dengan saksama agar tidak timbul kesalahan pemahaman.

1. Prinsip entitas ekonomi

Prinsip yang pertama adalah prinsip entitas ekonomi atau kerap disebut juga dengan konsep kesatuan usaha. Artinya, dalam prinsip ini perusahaan adalah sebuah kesatuan ekonomi yang terpisah dengan entitas lain, bahkan dengan pemilik sekalipun.

Dengan menggunakan prinsip ini, pencatatan transaksi akan lebih detail. Selain itu, transaksi atau kekayaan antara perusahaan dan pemilik juga akan terpisahkan sehingga tidak akan muncul kesalahan tertentu.

2. Prinsip periode akuntansi

Pada dasarnya, prinsip ini mengatakan bahwa seluruh pelaporan keuangan dibatasi oleh periode waktu tertentu. Sebagai contoh, sebuah organisasi atau perusahaan membuat pencatatan akuntansi mulai tanggal 1 Januari dan berakhir pada 31 Desember.

3. Prinsip satuan moneter

Berikutnya adalah prinsip satuan moneter. Prinsip ini menyatakan bahwa seluruh pencatatan transaksi dinyatakan dalam bentuk mata uang dan terpisah dari hal-hal non kualitatif.

Artinya, segala pencatatan yang dilakukan terbatas pada sesuatu yang bisa diukur dan dinyatakan dalam satuan uang. Mengenai hal non kualitatif seperti prestasi, mutu, dan sebagainya tidak dapat dimasukkan dalam pencatatan data.

4. Prinsip biaya historis

Prinsip dasar akuntansi yang selanjutnya adalah prinsip biaya historis. Dengan prinsip tersebut, bisa dikatakan bahwa setiap barang yang diperoleh harus dicatat berdasarkan biaya yang keluar untuk mendapatkannya.

Sebagai contoh, saat perusahaan membeli barang yang terpasang dengan harga 100 juta dan akhirnya di nego menjadi 50 juta, maka nilai yang dicatat adalah sesuai dengan kesepakatan awal, yakni 50 juta. Begitu juga dengan kasus-kasus lain yang serupa.

5. Prinsip pengungkapan penuh

Dalam prinsip ini, seluruh informasi yang disajikan harus diungkapkan secara penuh. Jika ada informasi lain yang tidak bisa ditulis, maka harus diberikan keterangan tambahan baik berupa lampiran maupun catatan kaki.

6. Prinsip kesinambungan usaha

Prinsip ini menyatakan bahwa segala entitas ekonomi berjalan terus-menerus dan saling berkesinambungan. Semua tidak akan berhenti atau bubar terkecuali ketika terjadi peristiwa-peristiwa tertentu.

7. Prinsip pengakuan pendapatan

Terakhir adalah prinsip pengakuan pendapatan, yakni yang menyatakan bahwa pendapatan merupakan hal yang timbul karena kenaikan harta dari sebuah kegiatan usaha. Pendapatan kemudian akan diakui saat terdapat kepastian berupa nominal yang bisa diukur dengan tepat.

Demikian penjelasan mengenai beberapa prinsip dasar akuntansi. Untuk belajar lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi GuruAkuntansi.co.id.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *